Banyak pekerja Indonesia yang sebenarnya mampu kerja di Jepang dengan gaji 2 digit — yang menahan mereka cuma satu hal: bahasa. Nihongo Lab dibangun buat menutup jarak itu.
Arjuna Rivaldo
Nihongo Lab dimulai dari pengalaman Arjuna Rivaldo — 8 tahun kerja dan tinggal di Jepang. Selama itu, dia lihat langsung berapa banyak pekerja Indonesia yang sebenarnya punya kemampuan dan kemauan, tapi terhambat di satu titik yang sama: bahasa Jepang terasa terlalu jauh, terlalu formal, atau terlalu mahal buat dipelajari serius sambil tetap kerja penuh waktu.
Setelah kembali ke Indonesia, dia bikin Nihongo Lab — bukan sebagai kursus bahasa pada umumnya, tapi sebagai jalur konkret buat pekerja swasta yang mau naik level: dari gaji UMR ke gaji 2 digit, lewat kemampuan bahasa Jepang yang benar-benar bisa dipakai kerja, bukan sekadar buat lulus ujian.
Bikin belajar bahasa Jepang terasa mungkin — bukan cuma buat yang punya waktu luang banyak atau uang lebih, tapi buat siapa pun yang serius mau berubah, sesibuk apa pun kerjaannya sekarang.
Kenapa Nihongo Lab Berbeda
Transparansi
Kami jujur soal apa yang tercakup di tiap produk dan apa yang belum, bukan janji yang dilebih-lebihkan.
Aksesibilitas
100% dijelaskan dengan Bahasa Indonesia, harga jauh di bawah les privat konvensional (Rp 7–15 juta untuk 50 jam), bisa diakses kapan aja lewat app.nihongolab.org.
Autentisitas
Arjuna Rivaldo aktif hadir di komunitas Discord, bukan sekadar nama di brosur yang menghilang setelah kamu bayar.
Nggak Belajar Sendirian
Belajar bahasa asing lebih gampang kalau nggak sendirian. Member Nihongo Lab gabung ke komunitas Discord — tempat sharing progress, tanya sesama pembelajar, dan founder yang aktif hadir di sana.